JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan penyelenggara bisnis meeting, incentive, conference, and exhibition ( MICE) PT Taman Wahana menerima sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2015 dari badan sertifikasi internasional Worldwide Quality Assurance (WQA) Asia Pacific. “Proses untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015 ini tidak mudah karena kami harus membangun kebiasaan dan pengertian. Secara intensif kami membangun tim internal audit,” kata Direktur PT Taman Wahana, Jim Tehusijarana, saat serah terima sertifikat ISO 9001:2015, Rabu (4/4/2018). Jim menuturkan, sertifikat ISO 9001:2015 menjadi pondasi dari keberlanjutan bisnis PT Tamam Wahana di bidang MICE. Keberlangsungan bisnis suatu perusahaan bergantung sepenuhnya pada kinerja seluruh komponen di dalamnya. “Oleh karena itu, sertifikat ISO 9001:2015 yang telah diperoleh ini perlu dijaga bersama,” tambah Jim. Sebelumnya, PT Taman Wahana yang mengelola Upper Room, The Kasablanka, dan Bekasi Convention Center telah menerima sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008 dari WQA pada Maret 2016. (Baca: Waskita Beton Raih 3 Sertifikasi Sistem Manajemen) Country Manager WQA Asia Pacific M. Aristian menjelaskan terdapat perbedaan antara ISO 9001: 2008 dengan ISO 9001:2015. Pada ISO 9001: 2008 penilaian lebih menitikberatkan pada dokumentasi. Sementara, versi terbaru ISO 9001, sertifikasi berfokus pada kinerja. “Sebagus apa pun dokumentasi pekerjaan tetapi bila kinerja jelek, bisnis tidak akan bisa berjalan,” imbuh Aristian.

Sementara pada ISO 9001:2015, ia melanjutkan, sertifikasi meliputi pembangunan dan penerapan sistem. Kedua, kontrol melalui internal audit, pengukuran kinerja, dan pengukuran kepuasan pelanggan. “Salah satu kinerja yang utama adalah customer satisfaction. Jadi diharapkan organisasi yang telah mendapat sertifikat ISO lebih concern terhadap kepuasan pelanggan,” tegasnya Selain itu, dalam versi terbaru ISO terdapat penambahan klausul tentang risk and opportunity. Dengan demikian, suatu organisasi tidak hanya mempertimbangkan risiko melainkan juga peluang yang bisa diraih dalam menjalankan bisnisnya. “Saya berharap, kinerja organisasi akan lebih baik dengan ISO 9001:2015. Sehingga bisnisnya akan lebih sustain ke depannya,” kata Aristian. Sertifikat ISO sangat memungkinkan untuk dicabut bila organisasi tidak menerapkan sistem manajemen mutu. Hal itu terjadi salah satunya karena perubahan struktur organisasi. Saat perubahan terjadi, Jim menambahkan, serah terima dari pekerja lama ke tenaga kerja baru luput, sehingga sistem yang mesti diterapkan tidak terjaga. WQA melakukan audit terhadap perusahaan yang telah mendapat sertifikat minimal setiap tahun sekali dalam menerapkan sistem manajemen mutu. Dengan begitu, sistem manajemen mutu suatu organisasi tetap dalam koridor ISO 9001:2015. Dalam skala global, tak kurang dari 1,2 juta organisasi yang telah menerima sertifikat ISO 9001:2015. Aristian melanjutkan, ISO 9001 versi terkini diprediksi tak akan berubah hingga 20 tahun ke depan. “Dalam menjalankan bisnis, adanya ISO 9001:2015 ini baik untuk marketing berbagai brand karena manajemen mutunya sudah teruji,” tuntas dia.

(Sumber : properti.kompas.com)