Surabaya – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (PATP) melaksanakan sosialisasi hak kekayaan intelektual (HKI) dan Alih Teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 19-20 Nopember 2019 bertempat di Hotel Premierplace Surabaya.

Balitbangtan sebagai salah satu lembaga penelitian pertanian di Indonesia dituntut dapat mengikuti dinamika persaingan global yang mampu menguasai dan mengembangkan teknologi yang tangguh, modern, serta berdaya saing tinggi.

Hasil penelitian yang dihasilkan peneliti Balitbangtan diharapkan dapat menjadi inovasi sehingga dapat digunakan oleh masyarakat, pada proses ini perlu pemahaman seluruh stakeholders terkait. Terutama Peneliti penghasil teknokogi tersebut maupun unit kerja yang menaunginya.

Plt. Sekretaris Balitbangtan Hardiyanto saat membuka acara tersebut mengatakan bahwa Balitbangtan telah menghasilkan lebih dari 700 teknologi inovatif dan diharapkan teknologi tersebut benar-benar bermanfaat dan diterapkan oleh masyarakat.

“Agar hasil penelitian bisa menjadi suatu inovasi maka seorang peneliti dalam menyusun rencana penelitian harus berdasarkan indikator outcome bukan berdasarkan perkiraan dampak semata,” ujar Hardiyanto.

Ditambahkan oleh Hardiyanto, “Teknologi yang dihasilkan Balitbangtan juga perlu kolaborasi dan sinergisitas antara Balai Penelitian dan BPTP sehingga dapat diterapkan masyarakan dan sesuai kebutuhan dan keinginan pasar.”

Kepala Balai PATP Ketut Gede Mudiarta menyatakan bahwa Balitbangtan telah menghasilkan 416 paten, 170 cipta, 56 Merek, dan 134 Hak PVT dan lebih 700 invensi yang telah dihasilkan.

Dari 700 lebih invensi tersebut terdapat 332 kerja sama lisensi meliputi 109 kerjasama lisensi paten, 177 kerjasama lisensi PVT dan 46 kerjasama lisensi lainnya seperti rahasia dagang dan galur ternak.

Melalui kegiatan ini peneliti juga diajak kunjungan ke perusahaan mitra lisensi, dengan harapan dapat membuka wawasan peneliti bagaimana suatu invensi diproduksi dan diperbanyak sehingga dapat dimassalkan secara masif.

Sosialisasi dihadiri oleh 41 orang peneliti yang terdiri dari peneliti dari beberapa BPTP dan Balai Penelitian lingkup Balitbangtan. Melalui sosialisasi ini peneliti diberikan informasi bagimana tata kelola HKI dan alih teknologi invensi Balitbangtan.

Lalu, tata cara penyusunan deskripsi paten, searching prior art, syarat dan tata cara permohonan Hak PVT, mekanisme alih teknologi berdasarkan Permentan No 7/2018 serta fieldtrip ke industri pengganda teknologi yang telah melisensi teknologi Balitbangtan.

(Sumber : www.litbang.pertanian.go.id)