Liputan6.com, Jakarta – Pendingin udara jadi kebutuhan penting saat musim kemarau. Namun, sebuah penelitian baru mengklaim bahwa dampak dinginnya pendingin udara dapat digantikan dengan menanam lebih banyak pohon.

Sebuah studi dari Forestry Commission bersama dengan Departement for Environment, Food dan Rural Affairs (DEFRA) menunjukkan bahwa kawasan dengan banyak pohon lebih dingin 4 derajat Celcius dibanding kota yang sama dengan sedikit pepohonan, seperti dilansir Daily Mail, Jumat, 27 September 2019.

Dengan mengikuti pedoman dan saran yang diterbitkan, termasuk memilih pohon yang terbaik untuk pendinginan, dan menanamnya di dekat kantor, para peneliti menemukan bahwa penggunaan pendingin udara dapat dikurangi hingga 13 persen, menghemat 22 juta pound sterling setahun, dan mengurangi jejak karbon.

Dilansir dari Telegraph, mereka menunjuk pada musim panas pada 2018 dan berpendapat bahwa penduduk di kota-kota bisa lebih nyaman selama gelombang panas jika banyak pohon yang ditanam di kota-kota. Met Office baru-baru ini memperkirakan bahwa Inggris dapat mengalami empat gelombang panas lebih dari 30 derajat pada 2050.

Para ilmuwan menemukan bahwa pohon yang lebih besar dengan jumlah daun yang lebih banyak, mahkota yang lebih lebat, dan tingkat transpirasi yang tinggi adalah yang terbaik pada pendinginan lokal.

University of Reading menemukan bahwa beberapa pohon terbaik untuk pendinginan lokal di London adalah pohon London Plane, Sessile Oak, dan pohon Cherry.

Pohon-pohon ini harus ditanam, kata mereka, di area di mana orang dapat berjalan atau duduk di bawahnya dan memanfaatkannya sebagai tempat berteduh. Tanaman tersebut juga dapat ditanam dengan cara yang bisa menaungi rumah dan bangunan dari sinar matahari.

Pepohonan membantu daerah menjadi lebih dingin melalui proses yang disebut evapotranspirasi yang merupakan tempat air yang dihasilkan selama respirasi menguap dari daun pohon sehingga mendinginkan udara.

(Sumber : liputan6.com)